Modul belajar baca tulis Al-Qur'an dengan mudah
Metode sistematis dari Harakat hingga Mad & Gunnah
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mengkaruniakan kepada kita semua Al-Qur'an untuk diambil pelajaran dan sebagai petunjuk dalam kehidupan. Sholawat beriring salam kepada junjungan Nabi Agung Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dan juga Para Sahabat, Tabi'in dan pengikutnya sampai akhir zaman.
Al-Qur'an sebagai kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW memiliki banyak keutamaan yang tiada satupun perkataan yang dapat menandinginya. Bahkan sekelas Al Walid bin Mughiroh yang merupakan rujukan para sasterawan Arab ketika itu, mengakui bahwasanya Al-Qur'an adalah perkataan yang bukan berasal dari manusia dan memiliki kemanisan didalamnya juga merasuk kedalam sanubari, setelah Nabi Muhammad membacakan beberapa ayat Al-Qur'an dihadapannya.
Kitab ini disusun atas inspirasi dari dua sesepuh kami: Almaghfuurlah Kyai Mughni Moechtar S., yang berwasiat kepada kami "Sing Penting Ngaji" (yang penting adalah Mengaji) dan Almaghfuurlah KH. Mastur Djubaedi Bachtir, BA. yang berwasiat kepada kami "Ngageuingkeun" (Mensyiarkan Al-Qur'an dan Ilmu). Kami segerakan dan wujudkan menjadi kitab yang bermanfaat bagi para tholibul 'ilmi, agar selalu mengalir jariyah khususnya kepada yang menyusun kitab ini dan para sesepuh yang menjadi Guru dan Pengasuh.
Melalui kitab ini, bertujuan agar mampu mempermudah proses belajar memahami baca tulis Al-Qur'an dengan mudah serta dapat merealisasikannya di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui program-program pembelajaran Al-Qur'an yang diselenggarakan Pon Pes Phin Nuur.
Semoga Allah memberikan keberkahan dari disusunnya kembali kitab ini, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dibaca sebelum memulai pembelajaran Al-Qur'an
28 huruf dasar Al-Qur'an beserta nama-namanya
Muta'allim (Murid): Mengucapkan huruf hijaiyah sesuai dengan nama hurufnya, dan sebisa mungkin menirukan pengucapan dari Mu'allim.
Mu'allim (Guru): Memberikan contoh pengucapan dan mengoreksi makhroj yang sesuai dengan kaidahnya. Pengucapan diulangi 3× setiap hurufnya.
Huruf hijaiyah yang diberi tanda baca menghasilkan bunyi vokal. Ada tiga harakat pokok: Fathah (atas) bunyi "a", Kasrah (bawah) bunyi "i", Dhammah (depan) bunyi "u".
Definisi: Garis miring di atas huruf. Cara baca: membuka mulut (tidak menganga). Bunyi: "a".
Kuning = Huruf tebal (tafkhim) — pengucapan mengikuti tebalnya huruf.
Definisi: Garis miring di bawah huruf. Cara baca: merendahkan rahang bawah dan membuka mulut. Bunyi: "i".
Definisi: Huruf waw kecil di atas huruf. Cara baca: memonyongkan kedua bibir dengan sempurna. Bunyi: "u".
Mad adalah memanjangkan bacaan karena adanya huruf mad. Tiga huruf mad: Alif (ا) setelah fathah, Yaa' (ي) setelah kasrah, Waw (و) setelah dhammah.
Alif (ا) setelah fathah → bunyi "aa". Contoh: قَالَ، جَاءَ
Yaa' (ي) setelah kasrah → bunyi "ii". Contoh: فِيهِ، خَالِدِينَ
Waw (و) setelah dhammah → bunyi "uu". Contoh: يُؤْمِنُونَ، قُولُوا
Kuning = Huruf tebal | Hijau = Mad Badal (Alif setelah Hamzah)
Tanwin adalah nun mati tambahan di akhir isim (kata benda). Ada 3 jenis: Fathatain (ً) = "-an", Kasratain (ٍ) = "-in", Dhammatain (ٌ) = "-un".
Dua fathah di atas huruf. Bunyi: "-an". Contoh: كِتَابًا، رَجُلًا
Dua kasrah di bawah huruf. Bunyi: "-in". Contoh: كِتَابٍ، رَجُلٍ
Dua dhammah di atas huruf. Bunyi: "-un". Contoh: كِتَابٌ، رَجُلٌ
Lingkaran kecil di atas huruf: huruf mati (tidak berharakat). Tidak menghasilkan bunyi vokal, hanya konsonan.
Tanda mirip huruf w: huruf dibaca dobel — pertama mati lalu berharakat. Pengucapan diperkuat/digandakan.
Setiap huruf memiliki sifat berbeda saat dibaca sukun. Perbedaan warna menunjukkan kelompok sifat:
Huruf bertasydid yang diikuti huruf mad (Alif/Yaa'/Waw) menghasilkan bacaan panjang yang diperkuat. Sering dijumpai dalam Al-Qur'an: إِيَّاكَ، الضَّالِّينَ، مَوُّرُوثًا
Tasydid Tanwin terjadi saat huruf bertasydid mendapat tanwin di akhirnya. Sering pada kata-kata seperti: حُبًّا، فَظًّا، رَبًّا، عَدُوًّا dan lainnya.
Gunnah adalah suara lembut/lunak yang terdapat pada huruf Mim (م) dan Nun (ن) ketika diucapkan dalam semua keadaan. Suara ini keluar dari rongga hidung (khaisyum), bukan dari tenggorokan atau mulut.
Mim dan Nun yang bertasydid terjadi pada isim, fi'il, dan harf di tengah atau di akhir kata. Hukum bacaannya wajib menyertakan ghunnah 2 harakat dalam keadaan washal (bersambung) dan waqaf (berhenti).
Lima Tingkatan Gunnah — دَرَجَاتُ الْغُنَّةِ الْخَمْسُ
Gunnah pada huruf Mim dan Nun bertasydid, dan gunnah pada idgham kamil (lebur sempurna tanpa sisa huruf asli).
مِنْ نِّعْمَةٍ، لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ، إِنَّ، ثُمَّGunnah pada idgham naqish (lebur tidak sempurna — masih ada sisa dengung huruf asli).
مِن وَالٍ، مَن يَشَاءُGunnah pada bacaan Ikhfa' Haqiqi (nun mati/tanwin bertemu salah satu dari 15 huruf ikhfa'), Iqlab, dan Ikhfa' Syafawi.
مَن تَابَ، أَنبِئْهُمْ، لَهُم بِهِGunnah pada Nun dan Mim sukun yang dibaca jelas (Izhar Halqi / Izhar Syafawi) — ghunnah masih ada namun lebih pendek.
أَنْعَمْتَ، الْحَمْدُGunnah pada Nun dan Mim yang berharakat biasa — ghunnah asli saja, kadar paling minimal.
مَالَنَا، نَعِيمٌ، مِنَ اللهCatatan: Takaran ghunnah pada 3 tingkatan teratas adalah 2 harakat. Sedangkan tingkatan keempat dan kelima adalah takaran ghunnah asli saja.
Definisi: Bacaan panjang karena huruf mad (Alif/Yaa'/Waw) didahului hamzah dan tidak terdapat huruf hamzah atau sukun setelahnya. Hukum bacaan panjangnya boleh 2 harakat menurut riwayat Hafsh.
Asal kata: Hamzah berharakat → berubah menjadi huruf mad. Contoh: أَأْمَنَ → آمَنَ (hamzah kedua berubah jadi alif mad)
Definisi: Bacaan panjang karena huruf mad bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Hukum bacaan panjangnya wajib 4 sampai 5 harakat ketika dibaca washal.
Ciri: Mad + Hamzah berada dalam SATU kata yang sama. Bacaan tidak boleh dipendekkan menjadi 2 harakat.
Definisi: Bacaan panjang karena huruf mad bertemu dengan hamzah di dua kata berbeda — huruf mad berada di akhir kata pertama dan hamzah di awal kata kedua. Hukum bacaan: boleh 2, 4, atau 5 harakat. Mad Munfashil dibaca Mad Asli (2 harakat) ketika waqaf.
Ciri: Ada jeda/spasi antara kata yang mengandung mad dengan kata berikutnya yang dimulai hamzah.
Dibaca setelah khatam (selesai membaca) Al-Qur'an
Doa ini mencakup permohonan agar Al-Qur'an menjadi penerang, petunjuk, imam, rahmat, dan syafaat bagi pembacanya. Dibaca dengan penuh penghayatan dan kekhusyukan setelah khatam.